MUQODIMAH

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، ومن سيئآت أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدي Assalamu'alaikum, Marhaban Ya Ikhwan ..... Antum Saat Ini Sedang Mengunjungi Blog Pribadinya Abu Abdurrahman Al-Bantani. Untuk Komentar ... Saran ... Kritik ... Serta Informasi Kajian Di Tempat Antum Semua Silahkan Kirim Ke (muhammad.irfan09@gmail.com) Semoga Allah Memberikan Kebaikan Kepada Antum Dan Kami ... Barakallahu Fiekum.

Jumat, 29 Juli 2011

DOWNLOAD AUDIO BEKAL MENYAMBUT RAMADHAN



BEKAL MENYAMBUT RAMADHAN
Berikut Ini Kumpulan Audio
Untuk Menyambut Ramadhan
Semoga Ramadhan Kali Ini
Allah Mudahkan Kita Untuk Beramal Sholih

Dan Meraih Ampunan Yang Sempurna



Alhamdulillah berikut kami hadirkan rekaman kajian

Untaian Mutiara Nasehat

Asy-Syaikh Prof. DR Abdurrazzaq
Abdul Muhsin Al-Badr


Kajian ini diterjemahkan oleh

Ustadz Firanda Andirja, MA

Silahka simak kajiannya dengan mendownloadnya pada link berikut

۞ Untaian Mutiara Nasehat – Marhaban Ya Ramadhan 1
۞ Untaian Mutiara Nasehat – Datangnya Bulan Mulia Ramadhan 2

Ustadz Abdullah Taslim, MA

Menyambut Bulan Penuh Berkah

Silakan download pada link berikut

Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kiat-Kiat Agar Dapat Merasakan Nikmatnya Ramadhan

Silahkan download kajianya pada link berikut

Bagian kedua kajian ini

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc

Nasehat Menjelang Ramadhan

Silahkan download pada link berikut


Perkara-Perkara Yang Dianggap Sunnah Sebelum atau Disaat Bulan Ramadhan

Silahkan download pada link berikut



Kumpulan Audio
Bekal Menyambut Ramadhan


  1. Penentuan Ramadhan dan Hari Raya oleh Dr. Muhammad Arifin Badri, MA. Download.
  2. Bersemilah Ramadhan oleh Ustadz Armen Halim Naro, Lc. Rahimahullah. Terdiri dari 8 file. Download.
  3. Kajian Menjelang Ramadhan oleh Abdullah Zaen, MA. Download.
  4. Menyambut Bulan Penuh Berkah oleh Ustadz Abdullah Taslim, MA. Download.
  5. Kiat Agar Ramadhan Menjadi Indah oleh Ustadz Abdullah Zaen, MA. Download.
  6. Puasa Bersama Nabi oleh Ustadz Maududi Abdullah. Download.
  7. Bekal Menyambut Ramadhan oleh Ustadz Abdullah Taslim, MA. Terdiri dari 3 File. Download.
  8. Hukum Seputar Qiyam Ramadhan oleh Ustadz Abdullah Taslim, MA. Download.
  9. Bagaimana Menyambut Ramadhan oleh Ustadz Zainal Abidin Lc. Download.
  10. Bedah Buku "Bersemilah Ramadhan" oleh Ustadz Jazuli. Download.
  11. Berpuasa di Bulan Ramadhan oleh Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr. Download.
  12. Marhaban Yaa Ramadhan oleh Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr. Download.
  13. Ramadhan Syahrul Qur'an oleh Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr. Download.
  14. Syarah Hadits-Hadits yg Berkaitan dengan Bulan Ramadhan oleh Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr. Download.
  15. Ramadhan, Sarana Mensucikan Hati dan Menjaga Lisan oleh Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr. Download.
  16. Bersama Al-Quran di Bulan Ramadhan oleh Ustadz Abul Afnan Ayman Kamel Darojat. Download.
  17. Seputar Puasa Ramadhan oleh Ustadz Abduh Tuasikal. Download.
  18. Menghidupkan Malam Bulan Ramadhan Dengan Sholat Tarawih oleh Ustadz Abduh Tuasikal. Download.
  19. Bedah Buku Panduan Ramadhan - Bekal Meraih Berkah Ramadhan oleh Ustadz Abduh Tuasikal. Download.
  20. Penyimpangan di Bulan Ramadhan oleh Ustadz Badrusalam, Lc. Download.
  21. Ceramah Ramadhan oleh Ust. Zainal Abidin Syamsuddin, Lc. Merupakan ceramah yang direkam dari siaran Kaji Kitab di Radio Dakta 107 FM Bekasi. Terdiri dari beberapa kajian yang kami rangkumkan dari Vila Baitullah. Ceramah ini sangat mudah untuk dipahami dan kami menyarankan agar anda memberikan kajian ini kepada keluarga dan teman-teman. Download:
    1. Muqaddimah Ramadhan 1. Yang kami dapatkan dari sumbernya tidak lengkap. Insya Allah bermanfaat. Membahas tentang fadhilah puasa dan puasa Ramadhan serta ancaman orang yang meninggalkannya.
    2. Muqaddimah Ramadhan 2. Membahas lanjutan mengenai puasa Ramadhan dan sebagian besar mengenai Nishfu Sya’ban.
    3. Penentuan Awal Bulan (Ramadhan dan Syawwal). Membahas bagaimana penentuan awal bulan Ramadhan dan Syawwal. Menjelaskan kedua perbedaan penggunaan hisab dan rukyah lalu menyimpulkannya. Selengkapnya baca uraian kami.
    4. Shalat Tarawih. Pembahasan mengenai shalat-shalat di bulan Ramadhan, seperti shalat witir, tarawih, qiyamul lail dan tahajjud.
    5. I’tikaf di bulan Ramadhan. Membahas tentang i’tikaf mulai dari hukum, adab-adab, larangan-larangan dan pertanyaan-pertanyaan seputar tentang i’tikaf.
  22. Daurah Bekal-Bekal Menuju Ramadhan Mubarak oleh para mahasiswa S2/S3 Universitas Islam Madinah tahun 2008. Sumber: Ngaji-Online. Berikut materi pembahasannya:
    1. Menyambut Bulan Seribu Bulan oleh Ust. Abdullah Roy, MA. Download.
    2. Hal-hal yang Membatalkan Puasa dan Seputar Shalat Tarawih oleh Ust. Firanda, MA. Download.
    3. Penentuan Ramadhan dan Hari Raya oleh Ust. Dr. Muhammad Arifin bin Badri, MA. Download.
    4. Bid’ah-Bid’ah di Bulan Ramadhan oleh Ust. Dr. Muhammad Nur Ihsan. Download.
    5. Orang-Orang yang Mendapat Keringanan Tidak Berpuasa oleh Ust. Abdullah Roy, MA. Download.
    6. Sunnah-sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam di Bulan Ramadhan oleh Ust. Dr. Aspri Rahmat. Download.
    7. Berhari Raya Sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam oleh Ust. Anas Burhanuddin, MA. Download.
  23. Doa-doa di bulan Ramadhan oleh Ust. Abu Ihsan Al-Atsary, MA. Download.
  24. Fatwa Fatwa Ramadhan, pemateri: Ust. Kholid Syamhudi, Lc. Terdiri dari 17 audio kajian. Silahkan kunjungi ke daftarnya untuk mendownload.
  25. Fatwa Seputar Ramadhan oleh Ust. Abu Abdurrahman Abdul Aziz as-Salafy. Download.
  26. Hadits Shohih dan Dho’if Seputar Puasa Ramadhan oleh Ust. Abu Abdurrahman Abdul Aziz as-Salafy. Download.
  27. Majalis Syahri Ramadhan oleh Ust. Aris Munandar, MA. Merupakan serial kajian yang mengupas kitab “Majalis Syahri Ramadhan” oleh Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah. Sumber: Ngaji-Online.com. Yang baru dipublikasikan baru 10 file. Silahkan pantau feed-nya, siapa tahu mereka akan mempublikasikannya pada tahun ini. Rincian pembahasan. Silahkan download: Bagian 1. Download . Bagian 2. Download. Bagian 3. Download. Bagian 4. Download. Bagian 5. Download. Bagian 6. Download. Bagian 7. Download. Bagian 8. Download. Bagian 9. Download. Bagian 10. Download.
  28. Nasihat bagi Muslim Setelah Romadhon oleh Ust. Badrussalam, Lc. Download.
  29. Penentuan Ramadhan dan Hari Raya oleh Ust. Dr. Muhamad Arifin Badri, MA. Download.
  30. Ramadhan dan Qiyamullail, pemateri: Ust. Zainal Abidin Syamsuddin, Lc. Download.
  31. Renungan Awal Ramadhan 1429H, pemateri: Ust. Abdullah Shaleh Hadrami. Download.
  32. Renungan Ramadhan (Khutbah Jum’at) oleh Ust. Abdullah Shaleh Hadrami. Download.
  33. Risalah Ramadhan, pemateri: Ust. Zainal Abidin Syamsudin, Lc. Download.
  34. Bekal Ibadah Menuju Ramadhan, pemateri: Ust. Zainal Abidin Syamsudin, Lc. Download.
  35. Sifat Puasa Nabi oleh Ust. Abdurrahman Thayyib, Lc. Download.
  36. Sifat Puasa Nabi oleh Ust. Yazid Jawas. Download.
  37. Tanya Jawab Seputar Puasa oleh Ust. Abu Karimah ‘Askariy. Terdiri dari 4 file. Download.
    1. Hadits Do’a Malaikat
    2. Nasehat Salaf dan Tanya-jawab seputar Ramadhan
    3. Pembatal puasa bag. 2
    4. Permasalahan Seputar Ramadhan

Demikian yang dapat kami sampaikan. Harap sampaikan informasi ini kepada keluarga dan teman-teman anda. Tak lupa kembali kami ingatkan untuk juga mendownload ebook ilmiah untuk bekal Ramadhan. Semoga bermanfaat, amiin.

Selasa, 05 Juli 2011

MUHADHOROH SYAIKH DR. MUHAMMAD MUSA ALU NASHR



Alhamdulillah Berikut Adalah Rekaman Kajian Umum Bersama


Syaikh DR. Muhammad Musa Alu Nashr

(Murid Senior Syaikh Al-Albani Rahimahullah)


Yang Menyampaikan Kajian Berjudul



“ Prinsip Dan Landasan Dakwah Salafiyah ”


Diselenggarakan di Masjid Al-Hunafa’

Lawata Mataram Lombok Barat

Oada Tanggal 1 Juli 2011

Kajian Ini Diterjemahkan Oleh


"Ustadz Mizan, Lc"


Download Kajian Pada Link Berikut



Dengarkan Pula Rekaman Khutbah Jumat Beliau

Di Masjid Al-Hunafa’

Dengan Tema


” Sebab-sebab Penguat Keimanan dan Keamanan “

Semoga Persembahan Kajian Ini Bermanfaat Bagi Kaum Muslimin


Download Khutbah Jum’at Pada Link Berikut



~ Salafiyunpad TM Via Kajian.Net ~

PERJALANAN ISRA' MI'RAJ NABI MUHAMMAD SHALALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM




Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

“(Jibril) telah datang kepadaku bersama
Buraq, yaitu hewan putih yang tinggi, lebih tinggi dari keledai dan lebih pendek dari kuda, yang dapat meletakkan kakinya (melangkah) sejauh pandangannya.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maka aku menaikinya hingga sampailah aku di Baitul Maqdis, lalu aku turun dan mengikatnya dengan tali yang biasa dipakai oleh para Nabi.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Kemudian aku masuk ke masjid al-Aqsha dan aku shalat dua raka’at di sana, lalu aku keluar. Kemudian Jibril Alaihissalam membawakan kepadaku satu wadah khamr dan satu gelas susu, maka aku memilih susu, lalu Jibril berkata kepadaku: ‘Engkau telah memilih fitrah (kesucian).’”

Lanjut beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Kemudian Buraq tersebut naik bersamaku ke langit, maka Jibril meminta agar dibukakan pintu langit, lalu ia ditanya: ‘Siapa engkau?’ Jibril menjawab: ‘Jibril.’ Jibril ditanya lagi: ‘Siapakah yang bersamamu?’ Jibril menjawab: ‘Muhammad.’ Jibril ditanya lagi: ‘Apakah dia telah diutus?’ Ia men-jawab: ‘Dia telah diutus.’ Kami pun dibukakan pintu lalu aku bertemu (Nabi) Adam Alaihissalam. Beliau menyambutku dan men-do’akan kebaikan untukku. Kemudian Buraq tersebut naik ber-sama kami ke langit kedua, maka Jibril Alaihissalam mohon dibukakan pintu, lalu ia ditanya: ‘Siapa engkau?’ Ia menjawab: ‘Jibril.’ Ia ditanya lagi: ‘Siapa yang bersamamu?’ Jibril menjawab: ‘Muhammad.’ Ia ditanya lagi: ‘Apakah dia telah diutus kepada-Nya?’ Jibril menjawab: ‘Dia telah diutus.’” Kata Nabi: “Maka kami dibukakan pintu lalu aku bertemu dengan dua orang sepupuku, yaitu ‘Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakaria Alaihimussalam, maka keduanya menyambutku dan mendo’akan kebaikan untukku.”

(Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan):

“Kemudian Buraq tersebut naik bersama kami ke langit ketiga, maka Jibril Alaihissalam minta dibukakan pintu, lalu ia ditanya: ‘Siapa engkau?’ Dia menjawab: ‘Jibril.’ Dia ditanya lagi: ‘Siapa yang bersamamu?’” Dia menjawab: ‘Muhammad.’ Dia ditanya lagi: ‘Apakah dia telah diutus kepada-Nya?’ Dia menjawab: ‘Dia telah diutus kepada-Nya.’” Kata Nabi: “Maka kami dibukakan pintu, lalu aku bertemu Nabi Yusuf Alaihissalam yang telah dianugerahi setengah dari ketampanan manusia sejagat.” Kata Nabi: “Maka Yusuf menyambutku dan mendo’akan kebaikan untukku.”

(Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan):

“Kemudian Buraq tersebut naik bersama kami ke langit yang keempat, maka Jibril Alaihissalam minta dibukakan pintu, lalu ia ditanya: ‘Siapa engkau?’ Dia menjawab: ‘Jibril.’ Dia ditanya lagi: ‘Siapa yang bersamamu?’ Dia menjawab: ‘Muhammad.’ Dia ditanya lagi: ‘Apakah dia telah diutus kepada-Nya?’ Dia menjawab: ‘Dia telah diutus kepada-Nya.’” Kata Nabi: “Maka kami dibukakan pintu, lalu aku bertemu Idris Alaihissalam, ia menyambutku dan mendo’akan kebaikan untukku. Allah Azza wa Jalla telah berfirman (untuknya): ‘Dan kami telah mengangkatnya ke tempat yang tinggi.’”

(Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan):

“Kemudian Buraq tersebut naik bersama kami ke langit yang kelima, maka Jibril Alaihissalam minta dibukakan pintu, lalu ia ditanya: ‘Siapa engkau?’ Dia menjawab: ‘Jibril.’ Dia ditanya lagi: ‘Siapa yang bersamamu?’ Dia menjawab: ‘Muhammad.’ Dia ditanya lagi: ‘Apakah dia telah diutus kepada-Nya?’ Dia menjawab: ‘Dia telah diutus kepada-Nya.’” Kata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Maka kami dibukakan pintu, lalu aku bertemu dengan Nabi Harun Alaihissalam, ia menyambutku dan mendo’akan kebaikan untukku.”

(Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan): “Kemudian Buraq tersebut naik bersama kami ke langit yang keenam, maka Jibril Alaihissalam mohon dibukakan pintu, lalu ia ditanya: ‘Siapa engkau?’ Dia menjawab: ‘Jibril.’ Dia ditanya lagi: ‘Siapa yang bersamamu?’ Dia menjawab: ‘Muhammad.’ Dia ditanya lagi: ‘Apakah dia telah diutus kepada-Nya?’ Dia menjawab: ‘Dia telah diutus kepada-Nya.’” Kata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Maka kami dibukakan pintu, lalu aku bertemu dengan Musa Alaihissalam, lalu ia menyambutku dan mendo’akan kebaikan untukku.”

(Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan):

“Kemudian Buraq tersebut naik bersama kami ke langit yang ketujuh, maka Jibril Alaihissalam minta dibukakan pintu, lalu ia ditanya: ‘Siapa engkau?’ Dia menjawab: ‘Jibril.’ Dia ditanya lagi: ‘Siapa yang bersamamu?’ Dia menjawab: ‘Muhammad.’ Dia ditanya lagi: ‘Apakah dia telah diutus kepada-Nya?’ Dia menjawab: ‘Dia telah diutus kepada-Nya.’” Kata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Maka kami dibukakan pintu, lalu aku bertemu dengan Ibrahim Alaihissalam, yang sedang menyandarkan punggungnya di Baitul Makmur, di mana tempat itu setiap harinya dimasuki oleh 70.000 Malaikat dan mereka tidak kembali lagi sesudahnya.”

(Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan):

“Kemudian Buraq tersebut pergi bersamaku ke Sidratul Muntaha yang (lebar) dedaunnya seperti telinga gajah dan (besar) buah-buahnya seperti tempayan besar.” Kata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Tatkala perintah Allah memenuhi Sidratul Muntaha, maka Sidratul Muntaha berubah dan tidak ada seorang pun dari makhluk Allah yang bisa menjelaskan sifat-sifat Sidratul Muntaha karena keindahannya. Maka, Allah Azza wa Jalla memberiku wahyu dan mewajibkan kepadaku shalat lima puluh kali dalam sehari semalam.”

(Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan):

“Kemudian aku turun dan bertemu Musa Alaihissalam, lalu ia bertanya: ‘Apa yang diwajibkan Rabb-mu terhadap ummatmu?’ Aku menjawab: ‘Shalat lima puluh kali.’ Dia berkata: ‘Kembalilah kepada Rabb-mu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu melakukan hal itu. Sesungguhnya aku telah menguji bani Israil dan aku telah mengetahui bagaimana kenyataan mereka.’”

Kata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Aku akan kembali kepada Rabb-ku.” Lalu aku memohon: “Ya Rabb, berilah keringanan kepada ummat-ku.” Maka aku diberi keringanan lima shalat. Lalu aku kembali kepada Musa Alaihissalam kemudian aku berkata padanya: “Allah telah memberiku keringanan (dengan hanya) lima kali.” Musa mengatakan: “Sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu melakukan hal itu, maka kembalilah kepada Rabb-mu dan mintalah keringanan.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata :

“Aku terus bolak-balik antara Rabb-ku dengan Musa Alaihissalam sehingga Rabb-ku mengatakan:


يَا مُحَمَّدُ، إِنَّهُنَّ خَمْسُ صَلَوَاتٍ كُلَّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، لِكُلِّ صَلاَةٍ عَشْرٌ فَذَلِكَ خَمْسُوْنَ صَلاَةً، وَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةً، فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ لَهُ عَشْرًا، وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا لَمْ تُكْتَبْ شَيْئًا، فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ سَيِّئَةً وَاحِدَةً.

“Wahai Muhammad, sesungguhnya kewajiban shalat itu lima kali dalam sehari semalam, setiap shalat mendapat pahala sepuluh kali lipat, maka lima kali shalat sama dengan lima puluh kali shalat. Barangsiapa berniat melakukan satu kebaikan, lalu ia tidak melaksanakannya, maka dicatat untuknya satu kebaikan, dan jika ia melaksanakannya, maka dicatat untuknya sepuluh kebaikan. Barangsiapa berniat melakukan satu kejelekan namun ia tidak melaksanakannya, maka kejelekan tersebut tidak dicatat sama sekali, dan jika ia melakukannya maka hanya dicatat sebagai satu kejelekan.’”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata :

“Kemudian aku turun hingga bertemu Musa Alaihissalam , lalu aku beritahukan kepadanya, maka ia mengatakan: ‘Kembalilah kepada Rabb-mu dan mintalah keringanan lagi.’” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Lalu aku menjawab: ‘Aku telah berulang kali kembali kepada Rabb-ku hingga aku merasa malu kepada-Nya.’”

Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata, “Hadits-hadits tentang mi’raj Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ke langit adalah mutawatir.”

(Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah buah pena Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hal. 272-276)


Untuk pembahasan lengkap dari hadits shahih di atas

(HR. Muslim no. 162 (259) berikut kami hadirkan rekaman kajian interaktif pembahasan Kitab Sirah Nabawiyyah bersama


"Ustadz Firanda Andirja, MA"


yang disiarkan live Radio Rodja 756 AM

setiap hari Sabtu siang jam 13.00 Wib


DENGAN PEMBAHASAN


Kisah Isra’ Mi’raj

Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam


Silahkan Download Kajiannya



Atau Download Dalam Format Mp3.zip


Disini


~ Radio Rodja 756 AM ~

AQIDAH AHLUSSUNAH TENTANG ISRA' MI'RAJ




Alhamdulillah, berikut kami hadirkan rekaman kajian interaktif pembahasan Kitab Syarah ‘Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah bersama Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas yang disiarkan live Radio Rodja 756 AM pada hari Sabtu, 02 Januari 2010

Dengan Pembahasan Kitab Masuk Pada Point ke 25 Tentang


” Isra’ Mi’raj “


Ahlusunnah Mengimani Bahwa Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa Sallam Telah Di Isra’-kan Oleh Allah Dari Makkah Ke Baitul Maqdis Lalu Di Mi’raj-kan (Naik) Ke Langit Dengan Ruh Dan Jasadnya Dalam Keadaan Sadar Sampai Ke Langit Ke Tujuh, Ke Sidratul Muntaha.

Kemudian Beliau Shallallahu ’Alaihi Wa Sallam Memasuki Surga, Melihat Neraka, Melihat Para Malaikat, Mendengar Pembicaraan Allah, Bertemu Dengan Para Nabi, Dan Beliau Shallallahu ’Alaihi Wa Sallam Mendapat Perintah Shalat Lima Waktu Sehari Semalam, Dan Beliau Shallallahu ’Alaihi Wa Sallam Kembali Ke Makkah Pada Malam Itu Juga. (Syarah ‘Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah)

Semoga Apa Yang Beliau Sampaikan Bermanfaat Bagi Seluruh Kaum Muslimin



Silahka Simak Kajiannya Dengan Mendownloadnya Pada Link Berikut



Atau Download Dalam Format Mp3.zip


Disini


~ Asy-Syafi’iyyah Singapore Untuk Moslemsunnah.Wordpress.com ~

Rabu, 29 Juni 2011

DAUROH SYARI'YYAH XII BERSAMA MURID-MURID TERBAIK SYAIKH AL-ALBANI

Kerjasama Markaz al-Imam al-Albani
Yordania

Alhamdulillâhi Rabbil’âlamîn

Dengan Mengharap Pertolongan Dari

Allâh Subhânahu Wa Ta’âla Semata

"STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya"

Insya Allah Akan Kembali Mengadakan

Daurah Tahunan Yaitu Daurah Syar’iyyah XII

Bekerja Sama Dengan Markaz al-Imam al-Albani Yordania

Bersama Para Masyaikh Timur Tengah


Syaikh DR. Muhammad Musa Alu Nasr

Syaikh Ali bin Hasan al-Halaby

Syaikh Masyhur bin Hasan Salman


Daurah Syar’iyyah Ini Insya Allah Akan Dilaksanakan


Pada Tanggal 3 – 9 Juli 2011

Yang Bertempat Di Blessing Hills Trawas

Mojokerto Jawa Timur


Peserta Daurah Syar’iyyah Tersebut Adalah

Para Da’i Lulusan Dalam Dan Luar Negeri

Dengan Kompetensi Active Speaking Of Arabic


Demikian Kegiatan Ini Diberitakan

Semoga Dengan Terlaksananya Daurah Tahunan Ini

Akan Semakin Menambah & Mengokohkan Keilmuwan

Para Pengajar Dunia Pendidikan Islam

Di Indonesia Baik formal Atau Non formal

Serta Dapat Mempererat & Memperkokoh Ukhuwah Kita

Dalam Upaya Mengentaskan Kaum Muslimin

Dari Keterpurukan Ilmu & Moral


sumber

(STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya)


TABLIGH AKBAR NASIONAL BERSAMA ULAMA TIMUR TENGAH


Minggu, 12 Juni 2011

HADITS HADITS PALSU SEPUTAR RAJAB


"HADITS-HADITS PALSU"
"TENTANG SHOLAT & PUSSA RAJAB"



(Oleh : Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas)




PENJELASAN PARA ULAMA TENTANG BULAN RAJAB


[1]. Imam Ibnul Jauzy menerangkan bahwa hadits-hadits tentang Rajab, Raghaa'ib adalah palsu dan rawi-rawi majhul. [Lihat al-Maudhu’at (II/123-126)]

[2]. Kata Imam an-Nawawy:
“Shalat Raghaa-ib ini adalah satu bid’ah yang tercela, munkar dan jelek.” [Lihat as-Sunan wal Mubtada’at (hal. 140)]

Kemudian Syaikh Muhammad Abdus Salam Khilidhir, penulis kitab as-Sunan wal Mubtada’at berkata: “Ketahuilah setiap hadits yang menerangkan shalat di awal Rajab, pertengahan atau di akhir Rajab, semuanya tidak bisa diterima dan tidak boleh diamalkan.” [ Lihat as-Sunan wal Mubtada’at (hal. 141)]

[3]. Kata Syaikh Muhammad Darwiisy al-Huut: “Tidak satupun hadits yang sah tentang bulan Rajab sebagaimana kata Imam Ibnu Rajab.” [Lihat Asnal Mathaalib (hal. 157)]

[4]. Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (wafat th. 728 H): “Adapun shalat Raghaa'ib, tidak ada asalnya (dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam), bahkan termasuk bid’ah.... Atsar yang menyatakan (tentang shalat itu) dusta dan palsu menurut kesepakatan para ulama dan tidak pernah sama sekali disebutkan (dikerjakan) oleh seorang ulama Salaf dan para Imam...”

Selanjutnya beliau berkata lagi: “Shalat Raghaa'ib adalah BID’AH menurut kesepakatan para Imam, tidak pernah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyu-ruh melaksanakan shalat itu, tidak pula disunnahkan oleh para khalifah sesudah beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak pula seorang Imam pun yang menyunnahkan shalat ini, seperti Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Imam Abu Hanifah, Imam ats-Tsaury, Imam al-Auzaiy, Imam Laits dan selain mereka.

Hadits-hadits yang diriwayatkan tentang itu adalah dusta menurut Ijma’ para Ahli Hadits. Demikian juga shalat malam pertama bulan Rajab, malam Isra’, Alfiah nishfu Sya’ban, shalat Ahad, Senin dan shalat hari-hari tertentu dalam satu pekan, meskipun disebutkan oleh sebagian penulis, tapi tidak diragukan lagi oleh orang yang mengerti hadits-hadits tentang hal tersebut, semuanya adalah hadits palsu dan tidak ada seorang Imam pun (yang terkemuka) menyunnahkan shalat ini... Wallahu a’lam.” [Lihat Majmu’ Fataawa (XXIII/132, 134)]

[5]. Kata Ibnu Qayyim al-Jauziyyah:
“Semua hadits tentang shalat Raghaa'ib pada malam Jum’at pertama di bulan Rajab adalah dusta yang diada-adakan atas nama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan semua hadits yang menyebutkan puasa Rajab dan shalat pada beberapa malamnya semuanya adalah dusta (palsu) yang diada-adakan.” [Lihat al-Manaarul Muniif fish Shahiih wadh Dha’iif (hal. 95-97, no. 167-172) oleh Ibnul Qayyim, tahqiq: ‘Abdul Fattah Abu Ghaddah]

[6]. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalany mengatakan dalam kitabnya, Tabyiinul ‘Ajab bima Warada fii Fadhli Rajab:
“Tidak ada riwayat yang sah yang menerangkan tentang keutamaan bulan Rajab dan tidak pula tentang puasa khusus di bulan Rajab, serta tidak ada pula hadits yang shahih yang dapat dipegang sebagai hujjah tentang shalat malam khusus di bulan Rajab.”

[7]. Imam al-‘Iraqy yang mengoreksi hadits-hadits yang terdapat dalam kitab Ihya’ ‘Uluumuddin, menerangkan bahwa hadits tentang puasa dan shalat Raghaa'ib adalah hadits maudhu’ (palsu). [Lihat Ihya’ ‘Uluumuddin (I/202)]

[8]. Imam asy-Syaukani menukil perkataan ‘Ali bin Ibra-him al-‘Aththaar, ia berkata dalam risalahnya: “Sesungguhnya riwayat tentang keutamaan puasa Rajab, semuanya adalah palsu dan lemah, tidak ada asalnya (dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam).” [Lihat al-Fawaa-idul Majmu’ah fil Ahaaditsil Maudhu’ah (hal. 381)]

[9]. Syaikh Abdus Salam, penulis kitab as-Sunan wal Mubtada’at menyatakan: “Bahwa membaca kisah tentang Isra’ dan Mi’raj dan merayakannya pada malam tang-gal dua puluh tujuh Rajab adalah BID’AH. Berdzikir dan mengadakan peribadahan tertentu untuk merayakan Isra’ dan Mi’raj adalah BID’AH, do’a-do’a yang khusus dibaca pada bulan Rajab dan Sya’ban semuanya tidak ada sumber (asal pengambilannya) dan BID’AH, sekiranya yang demikian itu perbuatan baik, niscaya para Salafush Shalih sudah melaksanakannya.” [Lihat as-Sunan wal Mubtada’at (hal. 143)]

[10]. Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baaz, ketua Dewan Buhuts ‘Ilmiyyah, Fatwa, Da’wah dan Irsyad, Saudi Arabia, beliau berkata dalam kitabnya, at-Tahdzir minal Bida’ (hal. 8): “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Shahabatnya tidak pernah mengadakan upacara Isra’ dan Mi’raj dan tidak pula mengkhususkan suatu ibadah apapun pada malam tersebut. Jika peringatan malam tersebut disyar’iatkan, pasti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan kepada ummat, baik melalui ucapan maupun perbuatan. Jika pernah dilakukan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pasti diketahui dan masyhur, dan ten-tunya akan disampaikan oleh para Shahabat kepada kita...

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling banyak memberi nasihat kepada manusia, beliau telah menyampaikan risalah kerasulannya sebaik-baik penyampaian dan telah menjalankan amanah Allah dengan sempurna.

Oleh karena itu, jika upacara peringatan malam Isra’ dan Mi’raj dan merayakan itu dari agama Allah, ten-tunya tidak akan dilupakan dan disembunyikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi karena hal itu tidak ada, maka jelaslah bahwa upacara tersebut bukan dari ajaran Islam sama sekali. Allah telah menyempurnakan agama-Nya bagi ummat ini, mencukupkan nikmat-Nya dan Allah mengingkari siapa saja yang berani mengada-adakan sesuatu yang baru dalam agama, karena cara tersebut tidak dibenarkan oleh Allah:

“Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam jadi agama bagimu.” [Al-Maa-idah: 3]


KHATIMAH

Orang yang mempunyai bashirah dan mau mendengarkan nasehat yang baik, dia akan berusaha meninggalkan segala bentuk bid’ah, karena setiap bid’ah adalah sesat, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Artinya : Tiap-tiap bid’ah itu sesat dan tiap-tiap kesesatan di Neraka.”
[HSR. An-Nasa'i (III/189) dari Jabir radhiyallahu ‘anhu dalam Shahih Sunan an-Nasa'i (I/346 no. 1487) dan Misykatul Mashaabih (I/51)]

Para ulama, ustadz, kyai yang masih membawakan hadits-hadits yang lemah dan palsu, maka mereka digo-longkan sebagai pendusta.

Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Dari Samurah bin Jundub dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang-siapa yang menceritakan satu hadits dariku, padahal dia tahu bahwa hadits itu dusta, maka dia termasuk salah seorang dari dua pendusta.” [HSR. Ahmad (V/20), Muslim (I/7) dan Ibnu Majah (no. 39)]

_______
MARAJI’
[1]. Shahih al-Bukhari.
[2]. Shahih Muslim.
[3]. Sunan an-Nasaa-i.
[4]. Sunan Ibni Majah.
[5]. Musnad Imam Ahmad.
[6]. Shahih Ibni Hibban.
[7]. Zaadul Ma’aad fii Hadyi Khairil ‘Ibaad, oleh Syaikhul Islam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, cet. Mu-assasah ar-Risalah, th. 1412 H.
[8]. Maudhu’atush Shaghani.
[9]. Al-Manaarul Muniif fish Shahih wadh Dha’if, oleh Syaikhul Islam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.
[10]. Al-Maudhu’at, oleh Imam Ibnul Jauzy, cet. Daarul Fikr, th. 1403 H.
[11]. Mizaanul I’tidal, oleh Imam adz-Dzahaby, tahqiq: ‘Ali Muhammad al-Bajaawy, cet. Daarul Fikr.
[12]. Al-Mashnu’ fii Ma’rifatil Haditsil Maudhu’, oleh Syaikh Ali al-Qary al-Makky.
[13]. Al-Fawaa-idul Majmu’ah fil Ahaadits Maudhu’at oleh asy-Syaukany, tahqiq: Syaikh ‘Abdurrahman al-Ma’allimy, cet. Al-Maktab al-Islamy, th. 1407 H.
[14]. Tanziihus Syari’ah al-Marfu’ah ‘anil Akhbaaris Syanii’ah al-Maudhu’at, oleh Abul Hasan ‘Ali bin Muhammad bin ‘Araaq al-Kinani.
[15]. Taqriibut Tahdziib, oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqa-lany, cet. Daarul Kutub al-‘Ilmiyyah.
[16]. Adh-Dhu’afa wa Matrukin, oleh Imam an-Nasa-i.
[17]. At-Taghib wat Tarhib, oleh Imam al-Mundziri.
[18]. Silsilah Ahaadits adh-Dha’ifah wal Maudhu’ah, oleh Imam Muhammad Nashiruddin al-Albany.
[19]. Al-Laali al-Mashnu’ah, oleh al-Hafizh as-Suyuthy.
[20]. Adh-Dhu’afa wal Matrukin, oleh Imam an-Nasa-i.
[21]. Al-Jarhu wat Ta’dil, oleh Imam Ibnu Abi Hatim ar-Razy.
[22]. As-Sunan wal Mubtada’at, oleh Muhammad Abdus Salam Khilidhir.
[23]. Asnal Mathaalib fii Ahaadits Mukhtalifatil Maraatib, oleh Muhammad Darwisy al-Huut.
[24]. Majmu’ Fataawa, oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.
[25]. Al-Manaarul Muniif fis Shahih wadh Dha’if, oleh Syaikhul Islam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.
[26]. Tabyiinul ‘Ajab bimaa Warada fiii Fadhli Rajab, oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalany.
[27]. Ihya’ ‘Uluumuddin, oleh Imam al-Ghazzaly.
[28]. At-Tahdziir minal Bida’, oleh Imam ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baaz.
[29]. Misykaatul Mashaabih, oleh Imam at-Tibrizy, takhrij: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albany.


[Disalin dari kitab Ar-Rasaail Jilid-1, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Abdullah, Cetakan Pertama Ramadhan 1425H/Oktober 2004M]


About

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More